Sistem Pendidikan
Posted on: October 20, 2019, by : rouvey

Setelah beberapa tahun Beliau KH.M.Ridlwan Alkanma mengajar dengan sistem klasik yaitu mengaji kitab kuning metode Sorogan akhirnya ditahun 2000 beliau mendirikan TPQ memakai metode Qiro’ati yang sekarang berganti memakai Yanbu’a dan Madrasah Diniyah atau biasanya disebut Madin, Setiap tahun Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Annur Al Huda semakin di perbaharui dan sa’at ini Madrasah Diniyah Annur Al Huda memiliki 6 kelas yang terdiri dari 3 kelas Madin Ula, 3 Kelas Madin Wustho dan 3 Kelas Madin Ulya yang sudah mengeluarkan lebih dari 500 lulusan.

Selain pendidikan Non Formal PP Annur Al Huda juga mendirikan Lembaga Formal Mulai dari TK sampai Madrasah Aliyah yang mana semua lembaga tersebut telah terakreditasi dan diakui oleh Pemerintah, hal ini dikarenakan pengasuh ingin menciptakan kader-kader islam penerus bangsa yang dapat bersaing di dunia usaha dan pendidikan umum seperti yang tercermin dalam Visi Misi Pondok Pesantren.

Meskipun memiliki lembaga formal pengasuh tetap mengedepankan ilmu agama karena beliau menyadari bahwa ilmu agama adalah hal yang urgen untuk di pelajari di zaman sekarang, terutama masalah Akhlaq dan Ilmu Kemasyarakatan karena dua hal tersebut adalah barometer penilaian masyarakat kelak kalau mereka pulang. karena itulah setiap Minggu Pagi diadakan Muhadoroh yang membahas dan mempraktekkan ilmu-ilmu Kemasyarakatan seperti Pidato, Qiro’ah, Sambutan, Tahlil, Sholawat dll.

Pengajian Kitab Kuning dilaksanakan setiap pagi kecuali hari Minggu yang langsung di ajar oleh Pengasuh sendiri, Setelah itu dilanjutkan dengan pendidikan formal samapai jam 01.00 dan sore Madrasah diniyah untuk tingkat Tsanawiyah dilanjutkan Malam Madrasah diniyah untuk tingkat Aliyah dan Setoran Alqur’an untuk Tingkat Tsanawiyah. dan Ilmu yang di ajarkan Mulai dari Imla’, HadistAkhlaqFiqih,  NahwuShorofTafsir dengan kitab yang berbeda-beda sesuai jenjang kelasnya.

Selain mengkaji Kitab Kuning juga terdapat pula Tahfidzul Qur’an yang disediakan bagi santri-santri yang ingin menghafalkan Alqur’an, hal ini juga mendapat respon yang positif dari berbagai kalangan dengan banyaknya peminat santri yang ikut program Tahfidzul Qur’an, program ini baru berjalan 2 tahun dan di mulai dari jenjang Tsanawiyah dan kebanyakan dari mereka sudah banyak yang menghafal 3 Jus, dengan metode dan Kurikulum yang sudah tertata para santri bisa mendapatkan pelajaran umum di MTs, Kitab Kuning di Madrasah Diniyah dan Hafalan ALlqur’an.[2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *