Month: October 2019

APEL HARI SANTRI NASIONAL 2019 – MWC NU TAJINAN

Penetapan oleh presiden Jokowi pada tanggal 22 oktober 2015 tentang Penetapan Hari Santri Nasional sangat disambut dengan baik oleh kalangan santri khususnya di kecamatan Tajian, mulai tahun 2017 MWC kec Tajinan selalu merayakan HSN dengan mengadakan Pawai dan Apel di lapangan Tajinan, yang mana hal ini dimaksudkan untuk meneladani semangat jihad para santri dan para ulama zaman dahulu dalam mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia.

Tahun 2019 ini MWC-NU Kec Tajinan juga melaksanakan kegiatan serupa, yang mana kegiatan tersebut di awali dengan melakukan pawai para santri mulai dari masjid tajinan sampai di lapangan tajinan, pawai tersebut diikuti hampir 37 lembaga pendidikan dan organisasi se tajinan mulai dari lembaga Pendidikan Formal, Non Formal, Pesantren dan seluruh Banom NU Kec Tajinan.

Pawai dimulai pukul 07.00 WIB sampai dengan 09.00 WIB, setelah itu dilanjutkan dengan apel Hari Santri Nasional di lapangan Tajinan yang di pimpin langsung oleh Bu Camat Tajinan. apel tersebut berahir pukul 11.00 WIB dan setelah itu dilanjutkan dengan senam bersama pada sore harinya.

Apel HSN 2019 Kec Tajinan

Momen tahunan tersebut tidak di sia-siakan oleh para Santri Annur Al Huda, dengan menggunakan 2 Bus Pesantren, semua santri ikut memeriahkan kegiatan HSN 2019 tersebut tanpa terkecuali. Arf

Sistem Pendidikan

Setelah beberapa tahun Beliau KH.M.Ridlwan Alkanma mengajar dengan sistem klasik yaitu mengaji kitab kuning metode Sorogan akhirnya ditahun 2000 beliau mendirikan TPQ memakai metode Qiro’ati yang sekarang berganti memakai Yanbu’a dan Madrasah Diniyah atau biasanya disebut Madin, Setiap tahun Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Annur Al Huda semakin di perbaharui dan sa’at ini Madrasah Diniyah Annur Al Huda memiliki 6 kelas yang terdiri dari 3 kelas Madin Ula, 3 Kelas Madin Wustho dan 3 Kelas Madin Ulya yang sudah mengeluarkan lebih dari 500 lulusan.

Selain pendidikan Non Formal PP Annur Al Huda juga mendirikan Lembaga Formal Mulai dari TK sampai Madrasah Aliyah yang mana semua lembaga tersebut telah terakreditasi dan diakui oleh Pemerintah, hal ini dikarenakan pengasuh ingin menciptakan kader-kader islam penerus bangsa yang dapat bersaing di dunia usaha dan pendidikan umum seperti yang tercermin dalam Visi Misi Pondok Pesantren.

Meskipun memiliki lembaga formal pengasuh tetap mengedepankan ilmu agama karena beliau menyadari bahwa ilmu agama adalah hal yang urgen untuk di pelajari di zaman sekarang, terutama masalah Akhlaq dan Ilmu Kemasyarakatan karena dua hal tersebut adalah barometer penilaian masyarakat kelak kalau mereka pulang. karena itulah setiap Minggu Pagi diadakan Muhadoroh yang membahas dan mempraktekkan ilmu-ilmu Kemasyarakatan seperti Pidato, Qiro’ah, Sambutan, Tahlil, Sholawat dll.

Pengajian Kitab Kuning dilaksanakan setiap pagi kecuali hari Minggu yang langsung di ajar oleh Pengasuh sendiri, Setelah itu dilanjutkan dengan pendidikan formal samapai jam 01.00 dan sore Madrasah diniyah untuk tingkat Tsanawiyah dilanjutkan Malam Madrasah diniyah untuk tingkat Aliyah dan Setoran Alqur’an untuk Tingkat Tsanawiyah. dan Ilmu yang di ajarkan Mulai dari Imla’, HadistAkhlaqFiqih,  NahwuShorofTafsir dengan kitab yang berbeda-beda sesuai jenjang kelasnya.

Selain mengkaji Kitab Kuning juga terdapat pula Tahfidzul Qur’an yang disediakan bagi santri-santri yang ingin menghafalkan Alqur’an, hal ini juga mendapat respon yang positif dari berbagai kalangan dengan banyaknya peminat santri yang ikut program Tahfidzul Qur’an, program ini baru berjalan 2 tahun dan di mulai dari jenjang Tsanawiyah dan kebanyakan dari mereka sudah banyak yang menghafal 3 Jus, dengan metode dan Kurikulum yang sudah tertata para santri bisa mendapatkan pelajaran umum di MTs, Kitab Kuning di Madrasah Diniyah dan Hafalan ALlqur’an.[2]

Sejarah Berdiri

PP Annur Al Huda didirikan pada tahun 1990 oleh KH.M.Ridlwan Alkanma,S.Ag setelah beliau boyong dari PP Annur 1 Bululawang pada tahun 1988 yang mana waktu itu di asuh oleh pendiri PP Annur yaitu KH Anwar Nur. Setelah beberapa tahun beliau mengabdikan diri di pondok sebagai Pengurus Pondok, Kepala Sekolah MTs Annur dan Kepala sekolah MA Annur Akhirnya beliau berpamitan kepada sang kiyai untuk melaksanakan sunah rosul yaitu menikah. Setelah mendapat restu dan doa dari kiyai akhirnya pada tahun 1990 Beliau mendirikan Mushola yang terletak di sebelah barat rumahnya yaitu di Desa Ngawonggo Kec. Tajinan Kab. Malang, Peletakan batu pertama mushola tersebut di hadiri oleh Ky Anwar Nur, Kyai Burhanudiin Hamid dan para guru-guru Beliau dan sama kyai Anwar Nur mushola tersebut diberi Nama Mushola Annur Al Huda.

Tahun demi tahun beliau mengajarkan ilmunya ternyata yang mengaji semakin banyak, dan melihat dari banyaknya minat Masyarakat dalam mendalami ilmu Agama akhirnya beliau mendirikan Pondok Pesantren yang di beri nama Pondok Pesantren Annur Al Huda. tahun demi tahun minat masyarakat semakin bertambah banyak, melihat antusias masyarakat tersebut akhirnya beliau mendirikan Yayasan Pendidikan Annur Al Huda yang saat ini sudah memiliki SK Kemenkumham dan menaungi tujuh lembaga pendidikan baik formal maupun non formal.

Profil Pesantren

Pondok Pesantren Annur Al Huda Malang adalah salah satu Pondok Pesantren Murah dan berkualitas yang terletak di kabupaten Malang tepatnya di Ngawonggo Tajinan Malang, Didirikan pada tahun 1990 oleh H.M.Ridlwan Alkanma. Sekarang Pondok Pesantren ini juga memiliki lembaga formal mulai dari TK Miftahul Ulum, MI Hasyim Asyari, SMP Hasyim Asyari, MTs Annur Al Huda sampai jenjang MA Annur Al Huda. Santri yang mondok di PP Annur Al Huda kebanyakan dari Kabupaten Malang sendiri tapi ada juga yang berasal dari Kalimantan, Bekasi, Bali, Madura dll karena Lulusan dari PP Annur Al Huda bagi yang mampu dan yang mau akan di tugaskan ke Pondok Pesantren dan Lembaga pendidikan baik formal ataupun non formal di daerah Kalimantan.

PP Annur Al Huda memakai sistem klasik yaitu Sorogan dan Modern Seperti Madrasah Diniyah. Pondok pesantren ini mengutamakan Ilmu Akhlaq dan Ilmu Kemasyarakatan karena kedua ilmu ini sangatlah urgen dan menjadi barometer penilaian masyarakat setelah para santri pulang ke masyarakat, selain itu juga diajarkan ilmu-ilmu yang lain seperti Tarih, Hadis, Fiqih, Ilmu Alat (Nahwu Shorof), Bahasa Arab, Tafsir dll dengan kitab yang berbeda-beda sesuai jenjang kelasnya. dan juga terdapat pendidikan formal mulai tingkat TK sampai MA yang semuanya sudah terakreditasi dan diakui oleh pemerintah.

Selain mengajarkan Kitab Kuning Klasik, Ilmu kemasyarakatan dan Ilmu Umum di Pondok ini juga terdapat Tahfidzul Quran yang di khususkan bagi santri yang ingin menghafalkan Alqur’an.